Bedasarkan investigasi Media Development Research Institute Inc, sebuah episode anime berdurasi 30 menit pada tahun 2010 mengahbiskan biaya 11.000.000 yen ($145,214 / Sekitar 1,2 Milyar rupiah pada kurs sekarang).Berikut detil lengkapnya
Original work - 50,000 yen ($660)
Script - 200,000 yen ($2,640)
Direction - 500,000 yen ($6,600)
Production - 2 million yen ($26,402)
Animation Supervision - 250,000 yen ($3,300)
Original Art - 1.5 million yen ($19,801)
Animation - 1.1 million yen ($14,521)
Post-production - 1.2 million yen ($15,841)
Art (backgrounds) - 1.2 million yen ($15,841)
Photography - 700,000 yen ($9,240)
Sound - 1.2 million yen ($15,841)
Materials - 400,000 yen ($5,280)
Editing - 200,000 yen ($2,640)
Printing - 500,000 yen ($6,600)
Berari satu season anime, bila satu season 13 episode mengahbiskan dana
143.000.000 yen = 15 Milyar Rupiah
Jika sebuah episode memiliki 5000 frame, harga per frame hanya 220 yen (Rp 24.000), dan biaya tersebut belum banyak berubah semenjak 30 tahun terakhir. Ketua Japan Animation Creators Association, Osamu Yamazaki berkomentar "30 tahun lalu, satu orang dapat menggambar 1000 frame per bulan, namun sekarang menggambar 500 itu sudah bagus.
Tomoshiko Ishii, Producer dari Production I.G yang membuat film CG(Computer-generated) berjudul RE:CYBORG yang bakal rilis tahun depan berujar "Orang jepang sangat menyukai animasi dari gambar manual dengan tangan, Animasi CG seperti di Hollywood ga menjual di jepang". Saat ini pembuatan animasi CG lebih mahal daripada animasi manual dengan tangan. Tapi diperkirakan akan lebih murah dan cepat pada masa depan.
Berikut ini daftar biaya produksi anime per episode (Sumber:http://wildgrounds.com/ask/15/anime-series-whats-the-average-budget):
1962 - Astroboy: Rp 252 juta/eps
1982 - Macross: Rp 660 juta/eps
1995 - Evangelion: Rp 750 juta/eps
2000 - ZOIDS: Rp 1,09 milyar/eps
2002 - Gundam SEED: Rp 3 milyar/eps
2004 - Gimdam SEED Destiny: 3,96 milyar/eps
2007 - Gurenn Lagann: Rp 1,3 milyar/eps
Mari kita bandingkan dengan biaya produksi animasi barat:
1987 - Ducktales: Rp 5,2 milyar/eps
1999 - Spongebob Squarepants: Rp 6,7 milyar/eps
1999 - Futurama: Rp 12 milyar/eps
2005 - Avatar: The last airbender: Rp 13,2 milyar/eps
WOOW..... ternyata bikin animasi nggak murah ya ^_^
Jadi bisa kejawabkan kenapa animasi di Indonesia cukup berat untuk bisa "Go International". Dan terjawab pula kenapa banyak animator lokal akhirnya lebih memilih berkarir di luar negeri. Saya yakin para animator Indonesia yang berada di ILM, Weta, dll. bakal pulang ke tanah air, jika ada investor Indonesia berani pasang investasi senilai di atas.
Sumber

No comments:
Write komentarBaca dulu sebelum komentar :D